Kantong Stoma

Kantong stoma di sebut juga dengan kantong kolostomi. Kantong kolostomi disebut juga dengan kantong stoma karena pada kantong tersebut di lekatkan pada daerah sekitar stoma. Stoma itu sendiri merupakan daerah yang berwarna kemerahan di sekitar dinding perut atau abdomen. Pada kenyataannya kantong stoma tersebut dapat menempel oleh karena adanya plester berupa pasta atau pun klem. Sehingga kantong stoma tersebut dapat melekat dengan kuat pada stoma. Khususnya untuk kantong kolostomi yang digunakan untuk beberapa hari.


Kantong Stoma
kantong kolostomi


Cara Memasang dan Merawat Kantong Stoma 

Kantong stoma atau kantong kolostomi dapat di pasang dengan cara yang cukup mudah. Cara memasang kantong kolostomi tersebut dilakukan dengan cara Stoma diukur untuk menentukan ukuran kantung yang tepat. Lubang kantung harus sekitar 0,3 cm lebih besar dari stoma. kulit dibersihkan sesuai prosedur di atas. Barier kulit peristoma dipasang. Kantung kemudian dipasang dengan cara membuka kertas perekat dan menekannya diatas stoma selam 30 detik. Iritasi kulit ringan memerlukan tebaran bedak karaya pada kulit atau bedak stomahesive sebelum kantung dilekatkan.

Setelah di pasang kemudian kantong tersebut digunakan. Sangatlah perlu bagi petugas atau keluarga (jika pasien di rawat di rumah) untuk mengetahui dara melakukan perawatan terhadap kantong kolostomi tersebut. Cara melakukan perawatannya pun cukup mudah. Yaitu dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.

Langkah pertama yang dilakukan ialah mencuci tangan. Setelah mencuci tangan kita mengidentifikasi klien atau pasien sambil menanyakan keadaannya pada saat ini. Selain itu snagatlah penting bagi kita untuk memberitahukan kepada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien.

Langkah Kedua ialah menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam tindakan perawatan kantong kolostomi. Alat dan bahan yang disiapkan antara lain ialah waslap dan handuk, baskom berisi air hangat, perlak, selimut mandi, kantung kolostomi sekali pakai dan sabuknya, bedpan, sarung tangan sekali pakai, dan losion kulit sesuai instruksi atau yang biasa pasien gunakan.

Langkah ketiga ialah mengganti selimut tidur dengan selimut mandi. Usahakan agar selimut amndi tidak kontak langsung dnegan selimut tidur pada saat terjadinya penggantian selimut.

Langkah keempat ualah meletakkan perlak di bawah pinggul pasien sampai dengan bokong. Perlak disini berfungsi untuk menghindari kontak kotoran dengan tempat tidur pasien atau yang lainnya.

Langkah kelima ialah menggunakan sarung tangan. Sarung tangan di gunakan untuk melindungi petugas dari kotoran. Petugas membuka kantong stoma sekali pakai yang kotor kemudian meletakkan kantong tersebut ke dalam bedpan. Sangatlah penting untuk selalu mengamati jumlah dan karakter dari drainase.

Langkah keenam ialah membuka sabuk yang menahan kantong stoma dan simpan jika bersih. Selanjutnya membersihkan dengan perlahan daerah di sekitar stoma dengan tisu toilet untuk membersihkan feses dan drainase. Buang tisu di dalam bedpan.

Langkah selanjutnya ialah membersihkan daerah sekitar stoma dengan sabun dan air. Basuh dengan menyeluruh dan keringkan. Apabila diinstruksikan atau diperlukan, oleskan sedikit losion di sekitar stoma—losion yang terlalu banyak dapat menggangu daya rekat kantong ostomi yang baru. Setelah itu meletakkan sabuk yang bersih di sekeliling tubuh pasien lalu periksa kulit di bawah sabuk akan adanya iritasi atau kerusakan kulit. Apabila perlu, lepas dan ganti obat perekat. Letakan kantong ostomi bersih diatas stoma dan kaitkan sabuk tersebut.

Langkah selanjutnya ialah mengangkat perlak. Periksa seprei di bawahnya untuk memastikan bahwa seprei tersebut tidak basah dan ganti jika perlu. Lalu mengganti selimut mandi dengan selimut tempat tidur, buat pasien merasa nyaman. Kemudian mengumpulkan peralatan yang kotor dan bedpan. Buang semua bahan-bahan sesuai ketentuan berlaku.





Oleh : Bidan Rina
Sumber :

  • Buku Keperawatan Medikal Bedah




Terima kasih untuk Like/comment FB :